4.1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Pengertian
Pemuda
Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30
tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda
kedewasaan seperti adanya perubahan fisik,
Pengertian
Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan
aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut
sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam
proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Internalisasi belajar dan sosialisasi
Internalisasi lebih
mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma
tersebut. Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku, yang
sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah dimiliki akibat proses pembelajaran
tersebut. Sedangkan Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah
dimiliki oleh seorang individu.
Proses sosialisasi
1. Tahapan Persiapan : Tahapan ini ilakukan sejak
manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk
mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag
disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.
2. Tahapan Meniru : Di mana seorang anak yang mulai
sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui
namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
3. Tahapan Siap Bertindak : Tahapan
ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia
inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya,
dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
4. Tahapan Norma Kolektif : Tahapan
ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu
arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi
terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti
Masyarakat Luas.
4.2 PEMUDA DAN
IDENTITAS
Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda
ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri
Pendidikan dan
Kebudayaan nomor : 0323/U/1978
tanggal 28 Oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan
berkempentingan dalam penangnanannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman
sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat
mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
disusun berlandaskan:
1.
Landasan Idiil : Pancasila
2.
Landasan Konstitusional : UUD 1945
3.
Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan Negara
4.
Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5.
Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi
muda pertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti yang disebutkan
dalampembukaan UUD 1945 alinia IV.
2
pengertian pokok pembinaan dan pengembngan generasi muda
1. Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah
mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat
mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka
kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
2. Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka
yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi
menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
Masalah-masalah
generasi muda
1.
Dirasa menurunnya jiwa
idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk
generasi muda.
2.
Kekurangpastian yang dialami
oleh generasi muda terhadap masa depannya.
3.
Belum seimbangnya antara jumlah
generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal
maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh
berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan
seluruh bangsa.
4.
Kurangnya lapangan kerja /
kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran /setengah pengangguran di
kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional
dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat
menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
5.
Kurangnya gizi yang dapat
menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di
kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya
perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakat yang
berpenghasilan rendah.
6.
Masih banyaknya perkawinan di
bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.
7.
Pergaulan bebas yang
membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
8.
Meningkatnya kenakalan remaja
termasuk penyalahgunaan narkotika.
9.
Belum adanya peraturan
perundangan yang menyangkut generasi muda.
Potensi-potensi
generasi muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan
adalah:
1.
Idealisme dan daya kritis
2.
Dinamika dan kreativitas
3.
Keberanian Mengambil Resiko
4.
Opimis dan kegairahan semangat
5.
Sifat kemandirian, disiplin, peduli,
dan bertanggung jawab
6.
Keanekaragaman dalam persatuan
dan kesatuan
7.
Patriotisme dan Nasionalisme
8.
Kemampuan menguasai ilmu dan
teknologi
Tujuan
pokok sosialisasi
1.
Individu harus diberi ilmu
pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
2.
Individu harus mampu
berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
3.
Pengendalian fungsi-fungsi
organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4.
Bertingkah laku secara selaras
dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau
kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
4.3
PERGURUAN
DAN PENDIDIKAN
Mengembangkan
potensi generasi muda
Cara mengembangkan
potensi generasi muda:
1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang
dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan
mengembangkan kemampuannya.
3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui
latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai
dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada
masyarakat umumnya.
Pengertian
pendidikan dan perguruan tinggi
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu
generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta
didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga
pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua:
1.
Perguruan
tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
2.
Perguruan
tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta.
Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Perguruan Tinggi
1.
sebagai kelompok
masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang
luas tentang masyarakat, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam
pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam
masyarakat.
2.
sebagai kelompok
masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses
sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda
lainnya.
3.
mahasiswa yang berasal
dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya
akulturasi sosial dan budaya.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar