Rabu, 27 Mei 2015

COUNT AND NON-COUNT NOUNS & AN,A,THE

NAMA                                    : RIANI ASTUTI
KELAS                                    : 1EA43
NPM                                        : 19214233

EXERCISE 3 : DETERMINERS
1.      He doesn’t have (many/much) money. (Much)
2.      I would like (a few/a little) salt on my vegetables. (a few)
3.      She bought (that/those). (those)
4.      There are (less/fewer) students in this room than in the next room. (less)
5.      There is (too much/too many) bad news on television tonight. (too many)
6.      I do not want (these/this) water. (this)
7.      This is (too many/too much) information to learn. (too many)
8.      A (few/little) people left early. (little)
9.      Would you like (less/fewer) coffe than this? (less)
10.  This jacket costs (too much/too many). (too many)
EXERCISE 4 : ARTICLES
1.      Jason’s father bought him A  bicycle that he had wanted for his birthday.
2.      A statue of liberty was a gift of friendship from A france to AN united states.
3.      Rita is studying AN English and A math this semester.
4.      THE judge asked THE witness to tell A truth.
5.      Please give me A cup of THE coffee with A cream and A sugar.
6.      A big books on THE table are for my history class.
7.      No one in A Spanish class knew THE correct answer to THE mrs. Perez’s question.
8.      My A car is four years old, and it still runs well.
9.      When you go to THE store, please buy A bottle of THE chocolate milk and A dozen oranges.
10.  There are only A few seats left for A tonight’s musical at THE university.
11.  John and marcy went to THE school yesterday and then studied in  THE  library before returning home.
12.  A  lake erie is one of THE five great lakes in THE north America.
13.  On our trip to THE spain. We crossed THE atlantic ocean.
14.  A mount rushmore is the site of A magnificent tribute to THE four great American presidents.
15.  What did you eat for A breakfast this morning?
16.  Louie played A basketball and A baseball at THE boy’s club this year.
17.  Rita plays A violin and her sister plays A guitar.
18.  While we were in THE Alaska, we saw THE eskimo village.
19.  Phil can’t go THE movies tonight because he has to write AN essay.
20.  David attended THE  princeton university.

21.  Harry has been admitted to THE school of medicine at THE Midwestern university.

PENGGUNAAN ARTICLE A, AN DAN THE

PENGGUNAAN ARTICLE A, AN DAN THE

Ø  Perbedaan Penggunaan Article A vs AN
Sebagai article, “A” dan “AN” artinya adalah satu. Dalam bahasa Indonesia, kedua article ini dapat diterjemahkan menjadi sebuah/seekor/sehelai dst. Hal ini tergantung dari noun yang mengikutinya. Misalnya :
-          An apple        = sebuah apel
-          A lady            = seorang wanita
-          A tiger           = seekor harimau
-          A leaf             = sehelai daun, dst
Ø  Penggunaan A dan AN
1.         A dan AN hanya dapat diikuti oleh singular nouns (benda tunggal), tetapi tidak pernah secara langsung diikuti oleh uncountable nouns (benda yang tidak dapat dihitung). Olehnya itu, akan INCORRECT jika anda menulis,
-          I need a water (water:uncountable noun)
-          I just ate a bread (bread:uncountable noun)
-          She just heard a bad news about her parents (news:uncountable noun)
Kalimat ini akan menjadi benar jika article A dihilangkan atau jika didepan uncountable noun (i.e. water dan bread) ditambahkan penakar (container) atau pengukur yang berfungsi untuk menyatakan berapa banyak/volume/ukuran dari uncountable nouns tersebut.
-          I need water atau I need a glass of water
-          I just ate bread atau I just ate a big slice of bread
-          She just heard bad news about her parents atau she just heard a piece of bad news about her parents
2.       A dan AN  digunakan untuk mengekspresikan sebuah singular noun secara umum (in general). Contoh :
-          A footballs is usually made of leather (leather=kulit, dalam konteks ini jangan gunakan kata skin. Leather adalah animal skin yang sudah diolah)
-          AN artist should keep a good relationship with fans
3.       A dan AN digunakan untuk merujuk ke sebuah singular noun yang belum pernah disebutkan sebelumnya. Contoh :
-          I met a guy last night
-          My company just build a new skyscraper (skyscraper=gedung pencakar langit)
Ø  Penggunaan Article THE
Ada beberapa rules yang harus anda pahami dalam menggunakan article THE
1.         The umumnya digunakan untuk merujuk noun yang sudah pernah disebutkan sebelumnya. Dengan adanya the, noun yang dimaksud menjadi lebih spesifik. Noun tersebut bisa countable, bisa juga uncountable noun. Jika countable noun, noun tersebut bisa singular, bisa juga plural. Dalam hal ini, the dapat berarti tersebut atau itu, atau kadang-kadang ini. Contoh :
-          I met a guy last night. The guy asked my number and whether I would go out for a date (number=nomor telepon, date=kencan). Dalam kalimat ini, the bisa digantikan dengan that.
-          The water in my well is contaminated (well=sumur, contaminated=terkontaminasi). Dalam kalimat ini, the tidak pantas digantikan dengan that, karena “water” di kalimat ini sudah diterangkan oleh “in my well”. Coba terjemahkan, terasa janggal bukan?
-          Three students didn’t perform well in my exam. The (three) students hadn’t studied hard enough before the exam. Dalam kalimat ini, kata three adalah optional (bisa digunakan, bisa juga dihilangkan), karena maknanya sudah dipahami oleh lawan bicara atau pembaca. Di kalimat ini,the dapat digantikan dengan those/these. Jika anda masih ragu dalam penggunaanthose/these, akan lebih aman jika anda menggunakan the.
-          There are many persons named Agnes Monica on Facebook. You will have hard timeto find theAgnes Monica who sings Matahariku.
Sebaliknya, the tidak digunakan jika kita membicarakan uncountable nouns atau plural nouns secara umum (in general). Contoh :
a.        Water needs to be conserved (air perlu dikonservasi/dilindungi)
b.        Sugar is sweet (gula(rasanya)manis)
c.        Durians are very smelly (durian-durian sangat bau/baunya keras)
d.        Lazy students hardly get good grades (murid-murid yang malas hamper tidak pernah mendapt nilai bagus)


Selasa, 26 Mei 2015

COUNT NOUN AND NON-COUNT NOUN

Count noun adalah benda yang dapat dihitung.
Example:
Book – one book, two book, three book, jadi buku bisa dihitung per benda langsung
Ada beberapa aturan bagi Count nouns yaitu,
  1. Bisa digunakan untuk beberapa ekspresi jumlah yaitu, a few, few, many, some, every, each, these, dan the number of. Contoh : A few books, many pens, few computers, some flowers, every balloon, each camera, dan the number of spoons.
  2. Bisa digunakan untuk awalan atau article (a, an, the), sebagai contoh, the cup, a television, an ant, the camera, dan a balloon.
  3. Jangan menyatukan kata benda yang dapat dihitung dengan kata much (karena ini khusus untuk Non-Count Nouns) sebagai contoh, teman-teman tidak bisa menyebutkan much pens, atau much computers.

Sedangkan non- count noun adalah benda yang tidak bisa langsungdihitung per benda tersebut.
Ada beberapa criteria yang menyebabkan kata benda disebut sebagai Noun-Count Nouns yaitu, 
  1. Kata benda tersebut cair, sebagai contoh, water, oil, milk, tea, dan wine.
  2. Kata benda tersebut solid atau menyatu, sebagai contoh, ice, paper, dan wood.
  3. kata benda tersebut abstrak, speed, peace, warmth, dan information.
  4. Kata benda tersebut merupakan peristiwa alam, thunder, rain, dark, night, and flood.
Aturan yang melingkupi Non-Count Nouns adalah, teman-teman tidak bisa menggabungkannya dengan article (a, an, the) kecuali ‘The’ yang dapat diterapkan untuk beberapa kasus tertentu. Selain itu, kita bisa menggunakan much pada kata benda yang tidak bisa dihitung dan tidak menggunakan many, sebagai contoh, much water dan bukan many water, much ice dan bukan many ice.

Kita juga dapat mengabungkan penggunaan Non-Count Nouns dengan beberapa kata berikut antara lain, some, any, enough, this, dan that.

Contoh kalimat yang menggunakan beberapa ekspresi di atas adalah,

  1. We eat some rice and tea.
  2. I hope to see some sunshine tomorrow.
  3. Tat meat is good.
  4. She does not speak much English.
  5. Did you find any traffic on the road?
  6. That wine is quite old.




Example:
Milk – kita tidak bisa mengatakan : one milk, two milk. Tetapikita harus menggunakan suatu ukuran untuk menghitung kata benda tersebut, seperti : one litter milk, two litters milk.

Ada beberapa determiner yang bisa digunakan untuk count noun tapi tidak bisa untuk non- count noun, tetapi ada juga yang bisa digunakan untuk keduanya.
                                                     
UNTUK COUNT NOUNS                                  UNTUK NON COUNT NOUNS
a, an, the, some, any                                                   the, some, any
this, that, these, those                                                  this, that
none, one, two, three ….                                             None
many                                                                           much (selalu dalam kalimat tanya atau negatif)
a lot of                                                                         a lot of
a large number of                                                        a large amount of
a few                                                                            a little
fewer …. than                                                              less …. than
more ….. than                                                              more …. than

Sangat penting untuk mengetahui apakah sebuah kata benda merupakan count noun atau non- count noun. Bila biasanya kita mengira kata benda yang jamak atau lebih dari satu dalam bahasa inggris tinggal ditambah “s” pada akhir kalimat, contoh: books, shoes, bottles. Penting untuk kita ketahui bahwa ada beberapa kata benda dalam bahasa Inggris yang tidak menggunakan hurup “s” untuk bentuk jamak nya.

SINGULER (TUNGGAL)                                                   PLURAL (JAMAK)
Person                                                                             people
Foot                                                                                  feet
Woman                                                                            women
Child                                                                              children
Mouse                                                                               mice
Tooth                                                                                teeth
Man                                                                                  men


Kamis, 23 April 2015

QUOTED SPEECH
REPORTED SPEECH
1.      He said”he works hard”
He said that the worked hard
2.      He said”I am working hard”
He said that I was working hard
3.      He said”I have worked”
He said that I had worked
4.      He said”I worked hard”
He said that I had worked hard
5.      He said”I will work hard”
He said that I would work
6.      He said”I can work hard”
He said that I could work hard
7.      He said”I must work hard”
He said that I had to work hard
8.      He said”I have to work hard”
He said that I had to work hard

Adv. Time
Today
That day
Yesterday
The day before
Tomorrow
The next day
Last week
The prioritas day
Next week
The following day

How = then
Here = there
This = that
These = those
·         Jika kalimat berada di bentuk present maka mundur menjadi ke kalimat past tense
·         Jika kalimat berada di bentuk past tense maka mundur menjadi ke kalimat past perfect
·         Jika kalimat berada di bentuk past perfect maka mundur menjadi ke kalimat past continous
·         Jika kalimat berada di bentuk past continuous maka mundur menjadi ke kalimat continous

·         Jika kalimat berada di bentuk future maka mundur menjadi ke kalimat past future
NAMA       : RIANI ASTUTI
KELAS       : 1 EA 43
NPM           : 19214233
BAHASA INGGRIS

3. Merry said “ I am planning to take a trip next Friday “
(Kalimat present continuous tense ke past continuous tense)
= marry said that I was planning to take a trip next Friday.

4. Tom said “ I have already eaten lunch  “
(kalimat present perfect ke kalimat past tense)

= Tom said that I have already ate lunch

Jumat, 20 Maret 2015

INCREASE IN FUEL


INCREASE IN FUEL
Indonesia is one of the countries producing oil, but the company managing the country's oil. In this year, government to do increase in fuel that it will actually make people miserable, but hatta rajasa giving the opinion that the conditions experienced by the people that the price of basic commodities stable. The Government shall promote poor empowerment program, And should the poor get a budget from the APBN.


Selasa, 11 November 2014

AGAMA DAN MASYARAKAT


10.1. Fungsi agama
Fungsi Agama dalam Masyarakat meliputi :
1.      Sumber pedoman hidup
2.      Mengatur tata cara hubungan manusia dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia
3.      Tuntunan tentang kebenaran atau kesalahan
4.      Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
5.      Pedoman untuk menanamkan keyakian
6.      Pedoman keberadaan
7.      Pengungkapan estetika (keindahan)
8.      Pedoman untuk rekreasi dan hiburan
9.      Memberikan identitas pada manusia sebagai umat suatu agama

Dimensi Komitmen Agama

1.      Dimensi Ritual
Dimensi ritual dapat menjelaskan komitmen keagamaan melalui tingkah laku yang diharapkan akan muncul pada diri manusia yang menyatakan keyakinan mereka pada agama yang mereka anut.

2.      Dimensi Keyakinan
Dimensi Keyakinan atau yang biasa disebut doktrin merupakan dimensi yang paling mendasar dari agama karena menjelaskan seberapa besar manusia memegang kepercayaan terhadap agama yang dianut dan menerima hal – hal yang teologis yang ada didalam agama mereka.

3.      Dimensi Pengetahuan
Dimensi pengetahuan adalah dimensi yang menjelaskan tentang seberapa jauh seseorang mengenal dan menegtahui hal – hal mengenai agama yang mereka yakini seperti latar belakang ajaran agama tersebut.

4.      Dimensi Perasaan
Dimensi perasaan menjelaskan tentang dunia mental dan emosional seseorang dan keinginan untuk mempercayai suatu agama serta takut bila tak menjadi orang yang beragama.

5.      Dimensi Konsekuensi
Dimensi konsekuensi menjelaskan tentang tingkah laku seseorang, tetapi berbeda dengan dimensi ritual karena tingkah laku yang dimaksud adalah hal – hal yang terjadi didalam kehidupan sehari – hari dan muncul akibat motivasi dari agama mereka.

10.2. Pelembagaan agama
3        Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat

1.      Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral atau masyarakat yang terisolasi
2.      Masyarakat-masyarakat pra-industri yang sedang berkembang yang tak terisolasi
3.      Masyarakat yang bisa terisolasi dan bisa juga tak terisolasi

Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga dimana tempat tersebut untuk membimbing manusia yang mempunyai atau menganut suatu agama. seperti di Indonesia pelembagaan agamanya seperti MUI, MUI itu sendiri singkatan dari Majelis Ulama Indonesia,yang menghimpun para ulama indonesia untuk menyatukan gerak langkah islam di Indonesia, MUI yang melembagai atau membimbing suatu agama khususnya agama islam. dengan kata lain pelembagaan agama adalah wadah untuk menampung aspirasi-aspirasi di setiap masing-masing agama. ketika ada selisih paham yang tidak sependapat dengan agama yang bersangkutan, maka masalah tersebut di bawa ke pelembagaan agama, untuk di tindak lanjuti.dengan memusyawarahkan masalah tersebut dan di ambil keputusan bersama dan di sepakati bersama pula.

10.3. Agama ,konflik dan masyarakat
Konflik yang ada dalam Agama dan Masyarakat
Di beberapa wilayah, integritas masyarakat masih tertata dengan kokoh. Kerjasama dan toleransi antar agama terjalin dengan baik, didasarkan kepada rasa solidaritas, persaudaraan, kemanusiaan, kekeluargaan dan kebangsaan. Namun hal ini hanya sebagian kecil saja karena pada kenyataannya masih banyak terjadi konflik yang disebabkan berbagai faktor yang kemudian menyebabkan disintegrasi dalam masyarakat.
Banyak konflik yang terjadi di masyarakat Indonesia disebabkan oleh pertikaian karena agama. Contohnya tekanan terhadap kaum minoritas (kelompok agama tertentu yang dianggap sesat, seperti Ahmadiyah) memicu tindakan kekerasan yang bahkan dianggap melanggar Hak Asasi Manusia. Selain itu, tindakan kekerasan juga terjadi kepada perempuan, dengan menempatkan tubuh perempuan sebagai objek yang dianggap dapat merusak moral masyarakat. Kemudian juga terjadi kasus-kasus perusakan tempat ibadah atau demonstrasi menentang didirikannya sebuah rumah ibadah di beberapa tempat di Indonesia, yang mana tempat itu lebih didominasi oleh kelompok agama tertentu sehingga kelompok agama minoritas tidak mendapatkan hak.
Permasalah konflik dan tindakan kekerasan ini kemudian mengarah kepada pertanyaan mengenai kebebasan memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UUD 1945, pasal 29 Ayat 2, sudah jelas dinyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam memeluk agama dan akan mendapat perlindungan dari negara.
Pada awal era Reformasi, lahir kebijakan nasional yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Namun secara perlahan politik hukum kebijakan keagamaan di negeri ini mulai bergeser kepada ketentuan yang secara langsung membatasi kebebasan beragama. Hal ini lah yang dilihat sebagai masalah dalam makalah ini, yaitu tentang konflik antar agama yang menyebabkan tindakan kekerasan terhadap kaum minoritas dan mengenai kebebasan memeluk agama dan beribadah dalam konteks relasi sosial antar agama. Penyusun mencoba memberikan analisa untuk menjawab masalah ini dilihat dari sudut pandang kerangka analisis sosiologis: teori konflik.